Belajar Tehnik Segitiga Exposure Photography Pada Camera Digital

Posted By jeremy turner on Feb 19, 2020 | 0 comments


 

 

Belajar Segitiga Exposur Camera Digital

 

Segitiga Exposure – Halo saya Jeremy Turner, pada tulisan kali ini akan mencoba untuk berbagi sedikit tentang dasar-dasar photography.

Kita akan belajar banyak dari tulisan ini mengupas Segitiga Exposure lebih dalam .

Pengetahuan Dasar Tentang Camera Digital.

Camera photo sangatlah digemari sekarang ini, di dunia media sosial (medsos) sebuah hasil foto yang bagus tidaklah sulit untuk mendapatkan “like” dari banyak orang (netizen).

Bahkan untuk mendapatkan sebuah camera photo yang berkualitas baik, tidaklah begitu mahal lagi semenjak terjadinya perubahan besar di dunia photography.

Banyak orang awam yang mulai mengenal dan membeli sebuah camera digital.

Sedangkan untuk mendapatkan sebuah foto menggunakan sebuah camera analog harus membeli sebuah rol film.

Harus melalui sejumlah proses di sebuah ruang gelap untuk memindahkan hasil dari foto ke sebuah kertas foto.

Proses ini biasa kita kenal sebagai proses pencucian foto.

Biasanya satu buah rol film 35Mm ini kita hanya bisa mengambil foto 24/36 kali saja (jumlah terbatas).

 

Rol FIlm

Rol FIlm

Sedangkan perubahan era digital saat ini menggunakan sebuah camera digital untuk menyimpan hasil foto, cukup dengan sebuah kartu secure digital (SD Card).

Atau sering kali juga kita kenal dengan sebutan memory card (MMC).

Menggunakan memory card pada sebuah camera digital bisa menyimpan hasil foto sampai dengan ribuan banyaknya.

Untuk dapat menikmati hasil foto tersebut, bisa dengan memindahkan langsung lewat bantuan sebuah komputer/laptop.

Biasanya camera digital saat ini juga dilengkapi fitur canggih seperti Wi-Fi untuk transfer data.

Dengan fitur Wi-Fi ini kita bisa langsung memindahkan hasil foto ke smartphone untuk bisa langsung di-posting di media sosial.

 

SSD Memory Card

SSD Memory Card

Bahkan bukan tidak mungkin sekarang ini, untuk mendapatkan sebuah foto yang bagus untuk di-posting di sosial media cukup mengunakan sebuah smartphone.

Kebanyakan orang juga biasanya membeli sebuah smartphone yang sangat mahal, yang didukung dengan sebuah fitur camera yang bagus kualitasnya.

Tetapi pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak teman-teman yang sangat ingin belajar photography, mengenai bagaimana menggunakan sebuah camera digital yang biasa disebut dengan DSLR/Mirrorless dengan mode manual atau M mode.

Banyak orang yang memiliki camera digital tetapi banyak yang tidak memahami mode manual pada camera digital, dan biasanya mereka lebih suka menggunakan mode auto pada camera digital yang mereka miliki.

Lalu kenapa sebaiknya kita perlu belajar memakai camera pada mode manual atau biasa disebut “M mode” ini di camera ?

Alasan utamanya yaitu jika kita menguasai mode manual pada camera digital, hasil dari  foto yang dihasilkan bisa lebih maksimal sesuai dengan apa yang kita inginkan, dibandingkan dengan hasil foto yang camera pikirkan untuk kita.

Walaupun terkadang memang sangat membantu menggunakan mode auto pada camera digital digunakan jika diperlukan untuk kondisi yang cepat.

Untuk itulah menjadi seorang photographer mengunakan sebuah camera digital, haruslah dapat memahami dan menguasai apa yang disebut dengan ” Segitiga Exposure “.

Tiga Elemen Penting dari Segitiga Exposure Photography.

 

1. ISO/ASA – Adalah ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya.

Definisi dari ISO/ASA pada dasarnya adalah ISO = International Standart Organisation ( pada kamera digital).

Sedangkan definisi ASA = American Standart Association (pada kamera yang menggunakan film).

Keduanya adalah sebuah ukuran tingkat sensitif sensor pada kamera terhadap cahaya.

Iso segitiga exposure

Perbandingan ISO

  • Mengunakan ISO rendah dibutuhkan lebih banyak cahaya, hasil pada foto lebih tajam dan detail. Contoh ISO di angka 100-1600.
  • Mengunakan ISO tinggi dibutuhkan lebih sedikit cahaya, hasil foto lebih noise (kasar) dan tidak tajam.

Tetapi pada kamera mirrorless, bisa juga hasil foto yang diambil menggunakan ISO yang tinggi mempunyai hasil foto yang bagus.

ISO ini bisa juga kita bayangkan dengan sensitifitas mata kita terhadap cahaya.

Seandainya kita sedang berada di ruangan yang terang dengan cahaya. Kemudian kita berpindah tempat menuju ke ruangan yang gelap, dengan sendirinya mata kita akan menyesuaikan (beradaptasi) dengan kepekaan cahaya di ruangan tersebut.

 

2. Aperture (A/AV) – Adalah seberapa besar kelopak lensa terbuka saat foto diambil.

Aperture dalam segitiga exposure

Perbandingan Aperture

Aperture atau disebut juga Diaphragm dilambangkan dengan huruf F, biasanya kalian bisa menemukan lambang ini pada info sebuah lensa. Yang perlu dipahami pengertian angka pada aperture, angka kecil pada F semisal F1.4 disebut sebagai aperture besar.

Jadi jika disebut aperture kecil maka nilai yang tertera adalah pengertian kebalikan, adalah angka F besar semisal F11.

  • Contoh : Aperture besar (angka kecil) contohnya F1.0, F1.2, F1.4, F1.8, F2.0 .

Aperture kecil (angka besar) contohnya F5.6, F8, F11, F16, dst.

Aperture dengan F angka kecil tidak memerlukan cahaya yang banyak. Karena bukaan diaphragm besar gambar yang dihasilkan bisa bokeh. (F1.4)

Aperture dengan F angka besar memerlukan cahaya yang banyak. Semakin besar angka F yang dipilih, maka semakin tajam gambar yang bisa dihasilkan. (F8)

 

3. Shutter Speed (T/Tv) – Adalah rentang waktu “jendela” di depan sensor kamera terbuka.

Shutter speed dalam segitiga exposure

Perbandingan Shutter Speed

Shutter speed sangat berpengaruh pada seberapa cepatnya kita menginginkan sensor kamera untuk menangkap gambar sebuah objek yang diam atau bergerak.

Angka penunjuk shutter speed pada kamera bisa dilihat pada angka 1/x – 1/xxxx.

Jika kita mengatur shutter speed pada angka yang rendah seperti 1/2.

Maka bisa kita lihat pada gambar diagram diatas, gambar objek yang ditangkap oleh kamera terlihat blur /buram.

Pada kondisi tertentu mengunakan angka shutter speed rendah, diperlukan alat bantu seperti tripod untuk mengurangi hasil foto blur/buram.

Dan juga biasanya shutter speed yang rendah digunakan sewaktu kondisi cahaya yang sedikit.

Sebaliknya jika kita mengatur shutter speed pada angka yang tinggi seperti 1/500.

Maka bisa kita lihat pada gambar diagram di atas, gambar objek yang ditangkap oleh camera akan terlihat diam.

Semakin tinggi kita mengatur shutter speed, kita bisa membuat camera menangkap sebuah objek gambar yang bergerak terlihat diam/freeze.

Misalnya orang yang sedang berlari atau sebuah mobil yang sedang melaju. Hal ini disebut dengan Freeze object.

Mengambil foto pada kecepatan tinggi ini, cahaya yang dibutuhkan lebih banyak.

segitiga exposure

Diagaram Keseluruhan Segitiga Exposure

KESIMPULAN.

Jadi sampai di sini teman-teman sudah paham yah, apa yang dimaksud dengan segitiga exposure ?

Pada awalnya mungkin memang agak sulit untuk memahaminya.

Jika terus menerus belajar mengambil gambar dengan mode manual pada camera digital, maka saya yakin kalian tidak hanya pandai menggunakan camera digital.

Tetapi juga teman-teman bisa menghasilkan gambar yang jauh lebih baik, dibandingkan dengan hanya memakai mode auto pada camera digital.

Jadi ketiga hal ini; ISO, Shutter Speed, dan Aperture adalah hal mendasar yang wajib dikuasai oleh seorang photographer mengunakan camera digital.

Semoga bermanfaat.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *